Sabtu, 04 Februari 2017

Stardew Valley – More than just a “Harvest Moon clone”

Sejak pertama kali dirilis, Harvest Moon telah membuat banyak gamer jatuh hati dengan game bertema farm simulation tersebut karena selain memiliki visual yang imut, sistem permainannya (meski hanya berkutat seputar mengurus pertanian/peternakan) juga sangat menarik untuk dijalani. Tapi sekarang ini nampaknya para pecinta game mirip Harvest Moon harus mulai move on dengan mencoba judul baru yakni Stardew Vallley. Meskipun tetap menampilkan permainan yang sama namun game ini bisa memberikan pengalaman bermain yang lebih menarik lho!!
Screen Stardew Valley 02
“Mature” Harvest Moon
Sama seperti Harvest Moon, kamu bakal disibukkan dengan semua hal yang berkaitan dengan mengurus lahan milikmu, mulai dari membeli bibit tanaman, membersihkan ladang, sampai menciptakan berbagai macam peralatan untuk mendukung produktivitasmu. Contohnya sprinkler yang bisa menyirami ladangmu secara otomatis, scarecrow untuk mengusir para gagak yang memakan tanamanmu, dan masih banyak hal lainnya.
Gamer juga bisa menciptakan barbagai barang dekorasi untuk memperindah tampilan ladang milikmu, seperti pagar ataupun berbagai macam funitur untuk cottage tempatmu tinggal. Tapi jika terlalu malas untuk mengumpulkan bahan dan melakukan upgrade untuk membuat alat-alat yang dibutuhkan, jangan khawatir karena kamu juga bisa membelinya di toko-toko – selama ada uang tentunya.
Screen Stardew Valley 11
Untuk bersosialisasi, game ini menampilkan mekanisme sosialisasi yang serupa dengan Harvest Moon namun lebih rumit. Pasalnya, tidak mudah bagi karaktermu untuk berteman apalagi dengan statusmu sebagai “orang asing”, karena para penduduk desa tidak akan bersikap terbuka. Bahkan penduduk yang terkenal ramah sekalipun harus terus dirayu sampai mereka bersedia menjadi temanmu. Proses “rayuan” ini berkaitan dengan percakapan sehari-hari sampai memberikan hadiah sebanyak mungkin. Hal yang sama juga berlaku ketika gamer berusaha untuk menjalin hubungan dengan seseorang melalui quest, yang kadang tidak berjalan sesuai dengan rencana. Misalnya saat diminta mencari celana milik sang Mayor, kamu bisa saja malah terjebak dalam skandal yang cukup serius. Inilah yang membedakan Stardew Valley dengan Harvest Moon, di mana sistem pertemanan dibuat lebih dewasa dengan berbagai konflik yang cukup realistis.
Walau tidak bisa dipungkiri kalau Stardew Valley mengambil banyak inspirasi dari Harvest Moon, bahkan ceritanya saja sangat mirip di mana karaktermu harus mengurus peternakan yang ia warisi dari kakeknya, namun terdapat banyak hal yang membuatnya tampil unik dan berbeda lho. Hadir dengan tema permainan yang lebih dewasa, game ini akan mengajak pemainnya untuk merasakan simulasi kehidupan yang lebih realistis, terutama dalam hal membangun tali pertemanan dengan para penduduk.
Screen Stardew Valley 01
Meski tampil tanpa teknologi 3D yang realitstis, Stardew Valley mampu memberikan sebuah dunia yang disajikan dengan detail. Lewat visual bergaya 2D yang sederhana kamu sekalipun, masih bisa merasakan suasana pedesaan yang kental dan asri melalui bangunan-bangunan khasnya, sampai ramahnya penduduk desa (setelah kita rayu) yang menyapamu.
Overall Score: 8/10
Publisher: Chucklefish
Developer: ConcernedApe
Genre: Simulation
Release: Februari 2016
Platform: PC

Jumat, 03 Februari 2017

Hyper Light Drifter – Definitely the kind of game that every RPG fans must try!!

Setelah melalui penantian penantian yang cukup panjang, akhirnya game Hyper Light Drifter dirilis akhir bulan Maret yang lalu. Game yang dalam proses pembuatannya didanai melalui Kickstarter ini merupakan permainan yang terinspirasi dari RPG klasik. Meski begitu, Heart Machine selaku developer juga menambahkan beragam mekanisme permainan modern ke dalam gameplay-nya. Hal tersebut membuahkan hasil yang manis karena setelah dirilis, game tersebut mendapatkan segudang respon positif dari para gamer maupun berbagai gaming media. Ingin tahu apa sih yang membuat Hyper Light Drifter mampu menciptakan hype di dunia gaming?
Screen Hyper Light Drifter 01
A Nod to Classic RPGs
Jangan tertipu dengan desain visualnya yang memakai gaya 8-bit karena di balik tampilannya yang sederhana, Hyper Light Drifter mempunyai gaya permainan yang sangat menantang dan pasti mampu memuaskan para pecinta Action-RPG. Hal ini dipengaruhi oleh game-game jadul di akhir abad 20an, contohnya The Legend of Zelda: A Link to the Past, yang dijadikan inspirasi oleh developer.
Meski hadir dengan gaya visual pixelated, dunia permainan yang ditampilkan terlihat begitu indah dan cukup mendetail. Sebagai contoh, kamu bisa menikmati pemandangan berupa tebing-tebing tinggi yang cukup menyeramkan. Tak hanya itu saja, dihiasi dengan tetesan-tetesan hujan yang membuat cipratan kecil di atas sungai, semuanya terlihat begitu menawan untuk dinikmati. Belum lagi efek pencahayaan dan suara yang disajikan dalam Hyper Light Drifter, membuat suasana menjadi lebih hidup. Tapi sangat kontras dengan visualnya yang indah, dalam dari segi permainan kamu bakal dihadapkan pada pertempuran yang brutal seperti dalam seri Diablo lho!!
gb_Screen Hyper Light Drifter 11
Dalam bidang storyline, well, bisa dibilang kalau cerita dalam Hyper Light Drifter terasa kurang istimewa dan mungkin terkesan klise. Bermain sebagai sesosok karakter bernama Drifter, yang mempunyai akses terhadap teknologi yang telah lama dilupakan, ia menjalani petualangan demi mencari obat untuk penyakit yang selama ini telah mengancam jiwanya.
Untuk itu Drifter harus mengaktifkan 4 buah pilar yang terdapat di lokasi-lokasi berbeda – sebuah tugas yang tentunya tidak mudah untuk dilakukan karena dalam setiap area, kamu akan dihadapkan pada beragam musuh berbahaya, jebakan yang mematikan, hingga beragam misteri dan puzzle yang harus diselesaikan.
Screen Hyper Light Drifter 06
Time for Battle!!
Seperti halnya Action-RPG biasa, di sini jagoanmu bisa bergerak bebas ketika bertarung melawan musuh dan menggunakan kedua senjata andalannya yakni energy sword dan pistol. Ia juga bisa melakukan dash untuk menghindari serangan lawan atau melewati rintangan yang ada di tiap area. Untuk bertahan hidup, kalian harus memiliki refleks yang baik karena game ini menampilkan musuh-musuh dalam bentuk serta gaya bertarung yang berlainan. Ada yang bergerak lambat dan hanya bisa menyerang secara melee (tapi memiliki damage besar), ada pula yang bisa bergerak cepat dan menyerang dengan senjata api.
Dengan mengalahkan musuh maka Drifter bisa mendapatkan loot yang beragam bentuknya, di antaranya adalah senjata yang lebih ampuh, beragam node yang diperlukan untuk meningkatkan kekuatan dari senjata yang dipakainya, hingga berbagai potion yang berguna untuk menambah kekuatannya. Menghancurkan beragam objek yang ada di dunia permainan juga bisa menghasilkan beragam item, sehingga melakukan ekplorasi jadi salah satu hal yang penting untuk gamer lakukan. Tidak hanya item saja, dengan menjelajah kadang kalian dapat menemukan berbagai petunjuk untuk mengungkapkan misteri yang ada di setiap area.
Layaknya RPG biasa, item juga bisa kalian beli dari beragam toko yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Hampir di semua area, Drifter bisa menemukan store yang menjajakan berbagai benda hingga equipment untuk meningkatkan kemampuan dirinya, mulai dari skill baru dalam memainkan pedang, dash yang lebih kuat dan lebih cepat, sampai berbagai macam senjata seperti pistol juga bom.
Screen Hyper Light Drifter 08
More Than Words
Yang menarik dari Hyper Light Drifter, dan membuatnya berbeda dengan RPG kebanyakan adalah minimnya teks yang dapat gamer baca di sepanjang permainan lho. Di samping tulisan macam “Hold (tombol) to take items” atau “Press (tombol) to heal”, hampir tidak ada teks lain yang dapat gamer baca. Sebagai contoh, ketika berbicara dengan NPC, kamu akan disuguhi potongan-potongan gambar yang menceritakan sebuah kejadian alih-alih membaca dialog seperti biasa. Hal tersebut memaksamu untuk menerka-nerka apa cerita yang ingin disampaikan oleh sang NPC, dan jujur saja, pada awalnya kalian pasti merasa bingung. Tapi semakin banyak kita berbicara dengan NPC, makin banyak pula adegan yang didapatkan sehingga lama-lama kita bisa memahami cerita secara keseluruhan – layaknya ungkapan yang menyatakan “sebuah gambar berbicara seribu kata”.
Uniknya, hal tersebut tidak hanya berlaku sewaktu gamer berbicara dengan NPC saja tapi bahkan ketika membeli beragam keperluan di shop sekalipun!! Jadi sewaktu kalian mengunjungi toko yang menjual beragam skill, tidak ada kata-kata yang mendeskripsikan seperti apa bentuk dari skill yang dimaksud di mana semua keterangan bakal disajikan dalam bentuk adegan – biasanya memperlihatkan Drifter melakukan serangan atau ability tertentu. Menarik, bukan?
Screen Hyper Light Drifter 09
A Unique Experience
Dengan semua aspek yang ada di dalamnya, Hyper Light Drifter merupakan sebuah RPG yang unik. Minimnya petunjuk dalam bentuk tulisan menjadi inovasi baru yang bisa memberikan tantangan lebih bagi pemain. Dilengkapi dengan gameplay nan yang seru dan gaya visual sederhana tetapi menawan, kalian akan menemui pengalaman bermain yang luar biasa.
Overall Score: 8/10
Publisher: Heart Machine
Developer: Heart Machine
Genre: Action-RPG
Release: Maret 2016
Platform: PC

Hyrule Warriors Legends – A large scale battle coming from a small gaming platform

Omega Force selaku salah satu divisi yang dimiliki oleh Koei Tecmo menjadi nama yang sudah diakui di dunia gaming sebagai pencipta seri Dynasty Warriors beserta variasinya. Setelah merilis game bertemakan The Legend of Zelda di tahun 2014 lalu yakni Hyrule Warriors, kini mereka meluncurkan versi update-nya yang hadir dengan tambahan “Legends” pada judulnya. Dan meski dari segi gameplay-nya sendiri hampir tidak mengalami perubahan berarti, hanya ditambahkan sejumlah upgrade, tapi semua itu dapat membuat Legends tampil lebih menarik.
Screen Hyrule Warriors Legends 01
New Heroes of Hyrule
Legends menampilkan semua konten yang ada dalam Hyrule Warriors, ditambahkan dengan petualangan yang tidak kalah menariknya dari karakter baru yakni Linkle. Beranggapan bahwa ia adalah inkarnasi terbaru dari pahlawan legendaris Hyrule yakni Link, ia berusaha mencapai Hyrule Castle demi menegakkan keadilan…namun selalu nyasar karena sense of navigation-nya payah. Tapi justru saat tersesat itulah Linkle berjumpa dengan berbagai tokoh penting dalam Zelda universe dan terlibat dalam berbagai peristiwa penting!!
Screen Hyrule Warriors Legends 14
Menawarkan konsep permainan yang sama, dalam Legends kalian akan kembali dihadapkan pada pertempuran melawan musuh dalam jumlah yang besar, di mana kalian bisa menggunakan berbagai ability yang dimiliki oleh karakter pilihanmu untuk menghajar pasukan musuh. Uniknya, berkat fitur baru yang disertakan ke dalam gameplay-nya, kini gamer – dengan men-tap ikon karakter lain – untuk mengendalikan karakter yang dimaksud. Atau kita juga bisa mengarahkan karakter yang sedang tidak dipakai menuju area tertentu. Hal ini memudahkan pemain untuk membersihkan lawan di berbagai wilayah dengan mudah.
Screen Hyrule Warriors Legends 13
Yang menarik, kehadiran fitur Smash Boost Effect, yang bisa dicapai dengan jalan mengumpulkan beberapa karakter untuk menghadapi satu boss character, memberikan keuntungan tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Pasalnya, makin banyak heroes yang dikumpulkan, semakin besar pula damage yang bisa dihasilkan sehingga kita bisa menyelesaikan pertarungan dengan lebih cepat. Khereen!! Oh, satu fitur menarik lainnya ialah My Fairy, di mana gamer bisa menangkap beragam Fairy yang bisa ditemukan di berbagai lokasi, lalu memeliharanya untuk memberikan keuntungan lebih besar bagi jagoanmu.
Walau mungkin jenis permainannya terasa cukup monoton, tapi dengan konten permainan yang lebih banyak maka gamer tidak akan merasa cepat bosan dengan Legends deh.
Overall Score: 7/10
Publisher: Nintendo
Developer: Omega Force, Team Ninja
Genre: Action
Release: Maret 2016
Platform: Nintendo 3DS

Dishonored 2 – Two assassins, fighting to reclaim the throne

Ketika dirilis untuk pertama kali, tidak sedikit gamer yang merasa skeptis dengan game Dishonored karena rasanya terlalu “wah” – sebuah first-person bernuansa stealth di mana pemain dapat melakukan berbagai cara untuk mengalahkan musuh, termasuk menggunakan kekuatan supernatural. Hebatnya, developer Arkane Studios berhasil mewujudkan ambisinya dengan menampilkan sistem permainan yang mantap sehingga game tersebut mampu meraih sukses di pasaran. Dan kini, 15 tahun kemudian (menurut cerita dalam game), pihak developer telah mempersiapkan sequel-nya yakni Dishonored 2.
Screen Dishonored 2 11
Diceritakan bahwa 15 tahun telah berlalu sejak peristiwa dalam game pertamanya berakhir, kini Emily menjadi pewaris Empire of the Isles. Tetapi kepemimpinannya tidak bertahan lama akibat munculnya faksi misterius yang mampu merebut kekuasaan dari tangannya, bahkan membuatnya menjadi buruan para penduduk!! Berusaha untuk merebut kembali apa yang menjadi haknya, Emily pun mengikuti jejak ayahnya yakni Corvo Attano dengan menjadi seorang assassin, dan ia meyakini bahwa kunci untuk mengalahkan musuh barunya berada di wilayah Karnaca.
Tapi Emily tidak akan bertarung sendirian karena Corvo juga ikut berjuang bersamanya. Bersama-sama, mereka harus berjuang mengalahkan musuh dan memulihkan keadaan seperti semua. Bisakah kedua assassin menjalankan misi berbahaya itu?
Screen Dishonored 2 08
Play Your Style
Pada awalnya kalian akan bermain sebagai Emily, tapi setelah menyelesaikan misi Prologue maka barulah gamer dapat memilih karakter yang ingin dimainkan: meneruskan kisah Emily, atau beralih pada Corvo. Pilihan apapun yang diambil, gamer bakal mendapatkan pengalaman bermain yang menarik karena kedua karakter dibekali dengan skill-nya masing-masing sehingga memberikan tantangan yang berbeda. Dan seperti dalam game Dishonored pertama, kalian dapat memilih untuk beraksi secara frontal dengan menyerang semua musuh yang terlihat, ataupun menggunakan taktik stealth dengan menghabisi lawan secara diam-diam dan tanpa terdeteksi.
Ada juga metode ketiga yakni non-lethal di mana gamer harus menghindari konfrontasi dalam bentuk apapun. Metode ini tentunya sangat sulit untuk dilakukan karena di samping harus bergerak secara diam-diam, kalian tidak boleh menghabisi musuh seorangpun!! Yang menarik, Dishonored 2 memberikan kelonggaran bagi mereka yang ingin memakai metode ini – jika jagoanmu terdeteksi oleh musuh, sekarang kita bisa melakukan perlawanan dengan menangkis serangan mereka, atau memakai choke hold supaya lawan pingsan lalu menyembunyikannya di suatu tempat. Intinya, selama kita tidak membunuh dan aksimu tidak diketahui oleh orang lain – yang akan membunyikan alarm, maka kalian berhasil menggunakan metode non-lethal secara sempurna. Nice!! Berkat adanya perubahan seperti ini maka pemain bisa menemukan lebih banyak play style ketika memainkan Dishonored 2, dan semuanya tetap seru juga menantang.
Screen Dishonored 2 02
Improved Powers
Bagi mereka yang pernah mencoba game Dishonored pertama tentu mengetahui bentuk kemampuan yang dimiliki oleh Corvo, dan semua ability tersebut bisa kembali kalian temukan dalam sequel keduanya. Tapi jangan khawatir karena pihak developer telah melakukan sejumlah perbaikan sehingga semuanya akan terasa lebih fresh – terutama karena sekarang gamer dapat menemukan skill tree yang memungkinkan kita untuk mengembangkan kekuatan Corvo sesuai dengan keinginanmu.
Contohnya adalah Blink yang dapat kalian gunakan untuk mencapai satu lokasi dengan cepat, di mana kalian bisa meng-upgrade kemampuan ini untuk menghabisi musuh yang ada di balik jendela, atau menghentikan waktu selama Corvo tidak bergerak. Lalu ada Possession, di mana gamer dapat merasuk dan mengendalikan entah itu orang lain atau binatang. Ability ini bisa di-upgrade sehingga kalian bisa berpindah-pindah host dengan cepat, bahkan merasuk ke tubuh mayat!!
Screen Dishonored 2 12
Yang menarik, ternyata Emily juga memiliki kemampuan supernatural setelah mendapatkan Outsider’s Mark seperti halnya Corvo namun bentuknya agak berbeda. Utamanya adalah Far Reach yang mirip dengan grappling hook, yang memungkinkan Emily untuk mencapai lokasi yang sulit dijangkau atau (setelah upgrade) menarik tubuh lawan untuk dihabisi maupun dilumpuhkan. Kemudian ada pula Shadow Walk di mana ia berubah menjadi sebentuk asap yang sulit dideteksi atau diserangan oleh musuh, dan akan pudar begitu kalian menghajar lawan. Tapi lewat jalur upgrade tertentu maka gamer bisa melancarkan sejumlah serangan terlebih dahulu sebelum pengaruh Shadow Walk sirna. Intinya, dengan banyaknya “cabang” skill yang dapat kalian temui di sepanjang permainan maka kita bisa menciptakan sesosok assassin tangguh dan sesuai dengan gaya bermainmu.
Publisher: Bethesda Softworks
Developer: Arkane Studios
Genre: Action-Adventure, Stealth
Release: November 2016
Platform: PC, PS4, XONE

Logitech MK235 – Keyboard Nirkabel Tahan Air

Logitech merupakan perusahaan yang memiliki nama besar berkat kualitas perangkat aksesoris komputernya. Di Indonesia sendiri, nama Logitech sudah tidak asing bagi kaum bisnis dan anak muda. Kini, Logitech kembali merilis sebuah produk kombinasi keyboard dan mouse dengan fitur water spill resistant (tahan cipratan air), serta dengan koneksi nirkabel demi menyempurnakan mobilitas pengguna
Design & Display
Logitech MK235  adalah sebuah keyboard yang tampilannya serupa dengan keyboard pada umumnya. Dengan menggunakan sistem pengetikan QWERTY, rasanya semua orang memahami bagaimana cara operasinya. Tak hanya bagian huruf saja, perangkat kombinasi ini juga menyertai tombol panah, angka dan tombol-tombol  lainnya seperti pada keyboard komputer personal. Pada keyboard ini, terdapat pula tombol fungsi yang berjumlah 15. Tombol-tombol fungsi tersebut dapat Anda manfaatkan sebagai perintah singkat yang dapat Anda kostumisasi dengan sesuka hati.
Untuk urusan desain, Logitech memberikan tampilan eksterior dengan fitur tahan air. Untuk Anda yang mengharapkan pilihan warna selain dari warna hitam, nampaknya Anda harus bersabar karena untuk saat ini perangkat Logitech MK 235 hanya tersedia dalam warna hitam.
Performance & Battery
Cara penggunaan dari perangkat ini sangatlah mudah. Cukup sambungkan USB receiver pada komputer Anda dan ia akan terhubung secara langsung. Jangkauan nirkabel dari perangkat ini pun dapat dibaca hingga 10 meter. Dengan adanya fitur nirkabel, Anda tak perlu lagi repot-repot mengurus kabel-kabel yang menjengkelkan. Selain itu, meja kerja Anda juga akan terlihat semakin rapi yang akan berdampak langsung dengan konsentrasi Anda.
Selain itu, konstruksi dari perangkat ini sudah dibuat dengan sangat spesial. Logitech memberikan fitur water spill resistant agar cangkir kopi atau air putih Anda tidak mempengaruhi keberlangsungan fungsional perangkat.
Penggunaan keyboard Logitech MK235 dapat berlangsung selama 3 tahun, sedangkan untuk mouse bertahan selama 1 tahun. Jika lebih dari itu, Anda harus mengganti baterainya. Siklus tiga tahun penggunaan ini diprediksi dengan jumlah penggunaan 2 juta pijit per tahunnya. Dengan metode penggunaan tersebut, daya tahan baterainya pun dapat berbeda. Semuanya tergantung dari frekuensi Anda memijit keyboard. [bondan]
Specification:
System Requirements: Windows 7, Windows 8, Windows 10 or later, Chrome OS, Linux kernel 2.6+, USB port; Dimensions: 137.5 x 435.5 x 20.5 mm, 475 g with 2x AAA battery (Keyboard), 97 x 61.5 x 35.2 mm, 70,5 g (Mouse); Package Content: Keyboard, Mouse, Wireless Receiver, User Documents, 2 AAA batteries for keyboard, 1 AA battery for mouse; Connection Type: Logitech non-unifying protocol (2.4GHz) with Nano USB receiver; Wireless Range: 10 meters; Wireless Encryption: 128-bit Advanced Encryption Standard (AES) between devices and receiver; Battery: 2x AAA & 1x AA, 36 months battery life

Verdict
+ Desain stylish
+ Daya tahan baterai hingga satu tahun
+ Fitur Nirkabel sangat mempermudah
– Tidak ada variasi warna

Conclusion
MK235 Wireless Keyboard & Mouse Combo menghadirkan solusi yang simpel bagi kalangan pebisnis. Dengan tampilan layaknya keyboard pada umumnya, tak perlu lagi menyesuaikan cara kerjanya. Ditambah lagi dengan fitur nirkabelnya yang membuat semuanya lebih simpel. Cukup hubungkan USB receiver dan ia menjadi rekan kerja Anda yang setia.
Rating: 3 / 5
Price: Rp 319.000

Winterstate – Eyes on the prize, rebuild the nation!

Game yang mengangkat tema kendaraan di dalam permaianan tentu saja tidak melulu soal balapan. Beberapa game di pasar aplikasi memberikan berbagai aksi pertempuran kendaraan bagi para mobile gamer dan yang terbaru adalah Winterstate garapan PlayRaven. Tak hanya memberikanmu berbagai aksi pertempuran game ini juga memberikanmu sebuah permainan strategi dan juga simulasi yang sangat menarik. Seberapa menarik, berikut review dari tim GS.
4
The Gameplay
Saat melihat tampilan dari Winterstate entah kenapa penulis teringat dengan sebuah game jadul berjudul Jackal keluaran Konami unutk platform NES yang dirilis pada tahun 80an. Hal ini mungkin dikarenakan tampilan top down yang digunakan oleh Winterstate sebagai sudut pandang permainan dan juga tema pertempuran kendaraan yang dimilikinya. Di mana kamu mengendalikan sebuah kendaraan perang dan harus menghadapi berbagai musuh dalam berbagai macam bentuk seperti turret ataupun kendaraan perang lainnya. Tentu saja kedua game ini tidak dapat dibandingkan selain karena memang dua game ini sudah sangat berbeda generasi. Winterstate jauh lebih bergaya dibandingkan dengan Jackal terutama soal kualitas grafis yang dimilikinya.
Dalam WInterstate kamu akan diterjunkan dalam setting negara Amerika Serikat yang tengah berada dalam konflik pertempuran. Akibat pemanasan global, bumi dilanda musim dingin berkepanjangan yang membuat bumi membeku. Akibatnya berbagai macam persedian, terutama pangan kian menipis dan Amerika Serikat pun akhirnya terbagai dalam beberapa kelompok penyintas yang harus berjuang hidup dengan menghadapi para bandit dan kelompok penyintas lainnya. Winterstate sendiri merupakan angkatan bersenjata kebanggaan negara tersebut yang memiliki misi untuk mempersatukan seluruh wilayah dan menghentikan kekacauan. Dan bisa ditebak, gamer bakal berperan sebagai kesatuan angkatan perang tersebut dan mengembalikan kembali kesatuan negara Amerika serikat.
95Sebagai sebuah vehicular combat tentu saja hal utama dalam game ini adalah kendaraan perang yang bakal kalian gunakan dalam setiap pertempuran. Ada berbagai macam kendaraan dalam berbagai bentuk dengan kekuatan dan keurangannya masing-masing dari sehi kecepatan armor dan banyak lagi. Beberapa di antara mereka sangat rentan dengan di bagian-bagian tertentu sehingga saat bagian tersebut tertembak, maka kemungkinan untuk hancur menjadi lebih besar. Hal ini tentu saja membuatmu mesti berhati-hati saat memposisikan kendaraanm saat berhadapan dengan para musuh. Strategi yang jitu harus benar-benar kalian susun dengan baik agar bisa meminimalisir kerusakan kendaraan. Mempelajari map, memaksimalkan fungsi masing-masing kendaraan, sampai memutuskan musuh mana yang harus dikalahkan terlebih dahulu bakal menjadi “makanan” kalian selama bermain.
Setiap kendaraan juga memiliki kekuatan special mereka masing-masing yang untuk bisa mengaktifkannya, gamer harus mengumpulkan power up yang ada di beberapa bagian peta. Tentu saja tidak mudah untuk mendapatkannya karena, berbagai musuh terutama yang sedang berpatroli bakal terus mondar-mandir di dekat power up tersebut. Kembali strategi kalian dalam bergerak dan membaca situasi menjadi hal yang krusial dalam permainan. Dengan membaca pola pergerakan musuh kamu bisa menentukan kapan dan pergerakan yang bagaimana yang harus dieksekusi. Keberadaan power up ini juga sangat terbatas sehingga para gamer terpaksa harus irit-irit dalam menggunakannya.
15
Namun tenang saja, tak hanya power up yang bisa menolong kendaraanmu. Dalam game ini juga terdapat sejumlah skill yang bisa digunakan untuk memperkuat kendaraanmu. Sama seperti permainan sejenis, skill ini akan merujuk pada kemampuan Healing dan juga Shield serta berbagai bantuan seperti ranjau atau Molotov yang bisa digunakan di saat terdesak. Jadi tak hanya jeli membaca situasi pertempuran, gamer juga harus jeli terhadap atribut dan skill dari kendaraan yang digunakan. Karena dengan begitu pemain bisa benar-benar memaksimalkan fungsi kendaraan tanpa harus beresiko mengalamai kerusakan parah atau bahkan hancur lalu memenangkan pertempuran.
Tak hanya itu saja, pemain juga bisa melakukan upgrade senjata pada tiap kendaraan untuk daya serang yang lebih mematikan. Namun tentu saja tidak ada upgrade yang gratis, gamer harus membelinya dengan sejumlah uang. Lalu bagaimana cara mendapatkan uang? Di sinilah kemampuan bisnis kalian diuji. Dalam Winterstate pemain harus melakukan penjualan berupa bahan pangan untuk mendapatkan sejumlah uang di pos-pos tertentu. Beberapa barang berharga sangat tinggi tergantung permintaan dari tiap pos tersebut. Dengan begitu gamer juga dituntut untuk melakukan eksplorasi guna mendapatkan berbagai macam suplai makanan untuk bisa mendapatkan sejumlah uang. Atau buat kalian yang gak mau capek-capek keliling area yang tentu saja beresiko terkena serangan, ada pilihan IAP yang bisa digunakan untuk mempercepat proses upgrade.
5sd5Verdict
Hadir dengan kualitas grafis yang sangat baik, game ini memastikan permainan yang memanjakan mata setiap para pemain. Lingkungan yang ada benar-benar disajikan secara mendetail, namun tentu saja untuk mendapatkan kekuatan yang maksimal ini harus didukung dengan kemampuan perangkat mobile kalian. Sebuah game yang cocok tak hanya akan menguji kemampuan strategi kalian tetapi juga kemampuan bisnis dari elemen simulasi yang dimilikinya.
Overall Score: 8/10
Developer: PlayRaven
Publisher: PlayRaven
Genre: Vehicular Combat, Strategy
Platform: iOS
Price: Freemium

Review Resident Evil: The Final Chapter, A Not Bad Ending From The Most Successful Game Movie Franchise Ever (So Far)

Berbicara mengenai sepak terjang film adaptasi game di Hollywood, sulit dipungkiri  mereka berada di kasta paling rendah dan opsi terbawah pilihan para sineas untuk diangkat ke layar lebar. Franchise-franchise game dengan reputasi raksasa di berbagai platform terbukti rata-rata rontok kala diadaptasi ke format film, ataupun misal mampu bertahan, kebanyakan  hasilnya tertatih-tatih di tangga box office seraya mengundang rasa kecewa bagi kalangan penyuka game-nya. Tidak percaya, simak saja deretan judul game sukses berikut ini: Street Fighter, Tomb Raider,  Prince of Persia, Silent Hill, Max Payne, Dead or Alive, Hit Man,Warcraft, hingga Assassin’s Creed  yang adaptasi filmnya lebih banyak menuai kritik dibanding pujian, baik dari kalangan penyuka film, pengamat, hingga ke para penggemar game-nya sekalipun.
Hal yang sama pun sebenarnya tidak luput terjadi pada franchise film Resident Evil. Sejak perilisan film satelitnya pada tahun 2002 hingga seri yang terakhir rilis pada tahun 2012, franchise yang hadir nyeleneh dengan mengedepankan tokoh orisinal bernama Alice ini sejatinya tidak pernah mendapatkan pujian dari kalangan kritikus. Meski demikian, seri ini memiliki anomali, di mana tidak seperti kebanyakan ‘sesamanya’, setiap installment film yang diujungtombaki mantan model Milla Jovovich ini tidak pernah menyentuh angka di bawah $100 juta dan selama 15 tahun masa sepak terjangnya, franchise ini ibarat punya perisai pelindung dari kutukan terus menerus yang menimpa film-film adaptasi game.
Kelima film RE juga berhasil menarik simpati kalangan die hard fans seri game rilisan Capcom ini, walaupun kontinuitas filmnya berkembang jauh menyimpang dari versi game-nya, dengan mengerucut pada sosok Alice yang seiring waktu menjelma menjadi seorang manusia super dan juga senjata biologis, sembari makin besarnya skala kehancuran global di Bumi karena wabah zombie karena ulah perusahaan farmasi Umbrella Corporation. Di saga filmnya, memang terdapat tokoh-tokoh penting game-nya, seperti Chris dan Claire Redfield, Albert Wesker, Leon S. Kennedy, Ada Wong, maupun Jill Valentine, namun mereka hanya sebatas sebagai tokoh pendukung saja.
Resident-Evil-The-Final-Chapter-12
Kini, setelah hiatus selama hampir lima tahun sejak kehadiran film kelimanya, installment keenam yang juga merupakan babak akhir franchise ini akhirnya dirilis. Sebagai pengingat, pada RE 5 yang mengusung judul tambahan Retribution, sang heroine yang berhasil berkumpul dengan tokoh-tokoh penting game-nya tersebut bersiap melakukan serangan terakhir dan menghentikan Umbrella Corp untuk selamanya. Kembali dibidani Paul W.S. Anderson yang menggenapkan dirinya duduk di bangku penyutradaraan dalam tiga film RE terakhir, mudah dibayangkan bahwa di film pengentas saganya ini akan menjadi sebuah paket petualangan sarat aksi lainnya, seperti yang sudah ia hadirkan di dua babak sebelumnya.
Dan memang nyatanya demikian, selepas adegan prolog yang berisikan sejarah Umbrella Corp untuk mencuatkan tabir petunjuk samar asal usul sang heroine, film keenam ini  mengetengahkan hal-hal yang tidak jauh berbeda dari seri-seri terdahulu. Di luar dugaan, Anderson bisa dibilang kurang jeli dalam hal menjaga kontinuitas dengan film sebelumnya  (atau sengaja dilakukan untuk membuat sosok Alice tidak harus berbagi porsi besar dengan tokoh-tokoh penting lainnnya). Karena entah mengapa, aksi solo Alice yang ia kedepankan lagi (Ke mana para tokoh lainnya? Dan bagaimana nasib mereka? Yang kebanyakan dari mereka tidak terceritakan lagi). Serangkaian aksi langsung digenjot. Sayangnya, hal ini sempat menjadi blunder tersendiri, di mana tidak hanya ada yang signifikansinya dengan penuturan cerita terhitung lemah, ada juga yang kentara dipaksakan. Belum lagi, seringnya Anderson memberikan close shot di banyak adegan aksi malah terkesan mengganggu kenikmatan menonton, karena bisa membuat pening penontonnya.
Untungnya, dibandingkan installment-installment RE lainnya, skrip babak terakhir ini sudah sedikit tertata. Meski pada paruh awal efek bombastis yang dihadirkan sempat membuat kisahnya agak melelahkan diikuti, tuturan kisah yang lebih berstruktur membuat The Final Chapter mulai bisa dinikmati di paruh keduanya.
Di sini, dengan mengusung formula film bertema game kematian (di mana jumlah karakter makin menciut karena tereliminasi sebelum mencapai babak akhir) seperti yang banyak dianut di film-film babak penuntas saga lainnya apapun sumber kisahnya, Anderson bisa leluasa menyuguhkan komposisi yang seimbang antara porsi adegan aksi dan konflik pokok yang harus diselesaikannya seraya memberi poin-poin jawaban sebab-akibat yang bertebaran di setiap installment RE hingga menuju konflik puncak dan konfrontasi terakhir yang ditujunya. Pada poin ini sang sineas boleh dinilai layak mendapat apresiasi positif atas keberhasilannya menyuguhkan konklusi yang rasanya bakal mendapat simpati fans film RE yang sudah mengikuti dari film pertamanya. Dan, membuat apa yang dibangun serta manuver yang dilakukannya kala mengadaptasi game survival horror fenomenal ini sejak garis start menjadi beralasan.
Sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan, begitulah kesan yang didapat usai menikmati saga penutup RE ini. Harus diakui The Final Chapter meski bisa dibilang mampu menyamai kualitas film pertamanya, tetap  bukan tergolong film yang sangat apik (dibandingkan film-film babak penutup saga lainnya, film ini yang menurut kami paling melelahkan diikuti). Sungguhpun demikian Anderson layak mendapat kredit tersendiri, karena biar bagaimanapun ia sudah mampu menyajikan epik konklusi yang bisa diterima, walaupun masih ada plothole yang mengganjal. Sungguh pun demikian,  meski seakan-akan mengisyaratkan kemungkinan adanya “another final chapter” (ver 2.0 mungkin….LOL) lewat sekelumit adegan epilognya, menurut hemat kami merupakan langkah bijaksana dan lebih baik jika pihak kreator mengakhiri saga RE dengan tokoh Alice ini cukup sampai di sini saja.
Verdict: 3.0